i_kamarga : Iki cerito JARIK LURIK.. Sing diagem BU CARIK. Digawe nutupi BARANG CILIK.. Sing ketutupan RAMBUT BRINTIK.. Njerone koyo SAWO KECIK.. Nek mbengi mesti DIUTHAK ATHIK.. Mergo arep digawekno ADIK.. Kangmas muni AYO THO DIK.. Enak tenan ngrasakno barang sing NDELIK.. Yen wis mlebu RINGAK RINGIK. Yen kesel DIK ayo DIWALIK.. Nek wis metu ADUH DIK.. Enake ngluwihi IWAK PITIK.. Omonge BU CARIK.. Nek Ngguyu Tondone wis NGLAKONI BOLAK BALIK.
Senin, 12 April 2010
Minggu, 28 Maret 2010
Radang pernafasan
Begitu kering dan berdebu, membuat hampir semua jemaah haji pulang ke tanah air membawa oleh-oleh radang pernafasan. Hal ini sekarang sudah bisa diatasi berkat sebuah produk namanya Laura VCO
Silahkan hubungi :
0274-740.7588
075 6666 050
0813 279 3636 7
075 6666 050
0813 279 3636 7
Sayyiduna Umar bin Khattab dan Gadis yang Jujur
Khalifah Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu memiliki kegemaran melakukan ronda malam sendirian untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Sepanjang malam ia memeriksa keadaan rakyatnya secara langsung dari dekat.
Ketika melewati sebuah gubuk, khalifah merasa curiga melihat lampu yang masih menyala. Di dalamnya terdengar suara orang berbisik-bisik. Khalifah Umar menghentikan langkahnya. Ia penasaran ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dari balik bilik Khalifah Umar mengintipnya. Tampaklah seorang ibu dan anak perempuannya sedang sibuk mewadahi susu.
“Bu, kita hanya mendapat beberapa kaleng hari ini,” kata anak perempuan itu. “Mungkin karena musim kemarau, air susu kambing kita jadi sedikit.”
Ketika melewati sebuah gubuk, khalifah merasa curiga melihat lampu yang masih menyala. Di dalamnya terdengar suara orang berbisik-bisik. Khalifah Umar menghentikan langkahnya. Ia penasaran ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dari balik bilik Khalifah Umar mengintipnya. Tampaklah seorang ibu dan anak perempuannya sedang sibuk mewadahi susu.
“Bu, kita hanya mendapat beberapa kaleng hari ini,” kata anak perempuan itu. “Mungkin karena musim kemarau, air susu kambing kita jadi sedikit.”
Umar Bin Khattab, Teladan Untukmu Para Pemimpin., Beliau Turun Langsung ke Bawah Hindari ABS
Umar Bin Khattab, orang-orang muslim mengenalnya sebagai salah seorang sahabat dekat Rasulullaah Muhammad Shallaahu Alaihi Wassalaam. Salah seorang al-Khulafa’ ar-Rasyidun – para pemimpin terbaik – selain Abu Bakar, Ali Bin Abi Thalib dan Utsman Bin Affan. Mereka adalah para pemimpin yang tidak perlu melakukan kampanye merebut hati rakyat agar bisa menjadi pemimpin, mereka adalah orang orang yang menganggap kursi kepemimpinan bukan sebagai sebuah anugerah atau sebuah karir atau sebuah pengakuan atas puncak prestasi, mereka adalah orang orang yang menganggap kekuasaan adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawaban kelak di hadapan Pemimpin Para Pemimpin, siapa lagi jika bukan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ini adalah sebuah kisah tentang seorang pemimpin teladan yang seharusnya menjadi cermin dan panutan para pemimpin saat ini, karena sungguh telah kita lihat dengan mata kepala sendiri, di jaman sekarang sangat sulit kita temukan tipe pemimpin yang benar benar layak disebut sebagai seorang pemimpin.
Ini adalah sebuah kisah tentang seorang pemimpin teladan yang seharusnya menjadi cermin dan panutan para pemimpin saat ini, karena sungguh telah kita lihat dengan mata kepala sendiri, di jaman sekarang sangat sulit kita temukan tipe pemimpin yang benar benar layak disebut sebagai seorang pemimpin.
Shalat Hajat Untuk Memperoleh Kemudahan Rizki
Diriwayatkan dari Imam Zainal Abidin (sa): Pada suatu hari ia menjumpai seseorang sedang duduk di depan pintu orang lain, lalu beliau berkata kepadanya: Mengapa kamu duduk di depan pintu manusia yang hidupnya suka berfoya-foya dan angkuh, celakalah kamu. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan kuantarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara Yang Maha Agung. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya lalu mengantarkannya sampai ke masjid Nabi saw. Lalu beliau berkata kepadanya: Menghadaplah ke kiblat, lalukan shalat dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada Allah swt apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia akan memberimu.
Doa Untuk Memperoleh Kemudahan dan Keluasan Rizki
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
أَللَّهُمَّ يَا سَبَبَ مَنْ لاَ سَبَبَ لَهُ، يَاسَبَبَ كُلِّ ذِيْ سَبَبٍ، يَامُسَبِّبَ اْلأَسْبَابِ مِنْ غَيْرِ سَبَبٍ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاكَرِيْمُ، وَاغْفِرْلِي يَاحَلِيْمُ، وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاسْمَعْ دُعَآئِي، وَلاَتُعْرِضْ عَنِّي فَإِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، فَقِـيْرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ سَآئِلٌ بِبَابِكَ، وَاقِفٌ بِفِنَآئِكَ، أَرْجُو مِنْكَ وَأَطْلُبُ مَاعِنْدَكَ، وَأَسْتَفْتِحُ مِنْ خَزَآئِنِكَ، سُبْحَانَكَ أَنْتَ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، اَلْجَوَادُ الْكَرِيْمُ، جُدْ عَلَيَّ مِنْ فَضْلِكَ وَتَكَرَّمْ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاسَيِّدِي تَوْبَةً نَصُوْحًا، فإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
اللهم صل على محمد وآل محمد
أَللَّهُمَّ يَا سَبَبَ مَنْ لاَ سَبَبَ لَهُ، يَاسَبَبَ كُلِّ ذِيْ سَبَبٍ، يَامُسَبِّبَ اْلأَسْبَابِ مِنْ غَيْرِ سَبَبٍ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاكَرِيْمُ، وَاغْفِرْلِي يَاحَلِيْمُ، وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاسْمَعْ دُعَآئِي، وَلاَتُعْرِضْ عَنِّي فَإِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، فَقِـيْرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ سَآئِلٌ بِبَابِكَ، وَاقِفٌ بِفِنَآئِكَ، أَرْجُو مِنْكَ وَأَطْلُبُ مَاعِنْدَكَ، وَأَسْتَفْتِحُ مِنْ خَزَآئِنِكَ، سُبْحَانَكَ أَنْتَ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، اَلْجَوَادُ الْكَرِيْمُ، جُدْ عَلَيَّ مِنْ فَضْلِكَ وَتَكَرَّمْ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاسَيِّدِي تَوْبَةً نَصُوْحًا، فإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma yâ Sababa man lâ sababa lah(u), yâ Sababa kulli dzî sabab, yâ Musabbibal asbâbi min ghayri sabab, shalli ‘alâ Muhammadin wa ali Muhammad, waghninî bihalâlika ‘an harâmik(a), wa bithâ’atika ‘an ma’shiyatik(a), wa bifadhlika ‘anman siwâka yâ Hayyu yâ Qayyûm, shalli ‘alâ Muham-madin wa ali Muhammad, wa tub ‘alayya yâ Karîm, waghfirlî yâ Halîm, wa taqabbal minnî wasma’ du’âi, walâ tu’ridh ‘annî fainnî ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, faqîrun bayna yadayka sâilun bibâbika, wâqifun bifinâik(a), arjû minka wa athlubu mâ ‘indaka, wastaftihu min khazâinik(a). Subahânaka Antallâhu Al-`Azhîmul Halîm, Al-Jawâdul Karîm, jud ‘alayya min fadhlika wa takarram min rahmatik(a), wa tub ‘alayya yâ Sayyidî tawbatan nashûhâ fainnî astaghfiruka wa atûbu ilayka, wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâhi Al-’Aliyyul ‘Azhîm, wa shallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadinin Nabiyyi wa âlihith thâhirîn wa sallama taslîman katsîrâ. Birahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, wahai Penyebab yang tak memiliki sebab, wahai Penyebab semua yang memiliki sebab, wahai Penyebab dari semua sebab, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kayakan aku dengan rizki-Mu yang halal daripada yang Kau haramkan, dengan ketaatan pada-Mu daripada maksiat atas-Mu, dan dengan karunia-Mu daripada selain-Mu ya Hayyu ya Qayyum, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, bukakan pintu taubat bagiku wahai Yang Maha Mulia, ampuni aku wahai yang Maha Bijaksana, terimalah amalku dan dengarlah doaku.
Jangan palingkan wajah-Mu dariku sesungguhnya aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu, Aku fakir di hadapan-Mu, aku memohon pada-Mu di pintu-Mu, dan berdiri di halaman-Mu. Aku berharap pada-Mu dan mendambakan apa yang ada di sisi-Mu, aku memohon pada-Mu agar Kau bukakan khazanah-khazanah-Mu.
Maha Suci Engkau, Engkaulah Allah Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana, Yang Maha Dermawan dan Maha Penyantun, limpahkan padaku karunia-Mu, muliakan aku dengan rahmat-Mu, yâ Sayyidî Junjunganku bukakan pintu taubat bagiku taubat nashuha (yang sebenarnya), sungguh aku memohon ampun pada-Mu dan bertaubat pada-Mu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepada junjungan kami dan Nabi kami Muhammad dan keluarganya yang suci, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Allâhumma yâ Sababa man lâ sababa lah(u), yâ Sababa kulli dzî sabab, yâ Musabbibal asbâbi min ghayri sabab, shalli ‘alâ Muhammadin wa ali Muhammad, waghninî bihalâlika ‘an harâmik(a), wa bithâ’atika ‘an ma’shiyatik(a), wa bifadhlika ‘anman siwâka yâ Hayyu yâ Qayyûm, shalli ‘alâ Muham-madin wa ali Muhammad, wa tub ‘alayya yâ Karîm, waghfirlî yâ Halîm, wa taqabbal minnî wasma’ du’âi, walâ tu’ridh ‘annî fainnî ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, faqîrun bayna yadayka sâilun bibâbika, wâqifun bifinâik(a), arjû minka wa athlubu mâ ‘indaka, wastaftihu min khazâinik(a). Subahânaka Antallâhu Al-`Azhîmul Halîm, Al-Jawâdul Karîm, jud ‘alayya min fadhlika wa takarram min rahmatik(a), wa tub ‘alayya yâ Sayyidî tawbatan nashûhâ fainnî astaghfiruka wa atûbu ilayka, wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâhi Al-’Aliyyul ‘Azhîm, wa shallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadinin Nabiyyi wa âlihith thâhirîn wa sallama taslîman katsîrâ. Birahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, wahai Penyebab yang tak memiliki sebab, wahai Penyebab semua yang memiliki sebab, wahai Penyebab dari semua sebab, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kayakan aku dengan rizki-Mu yang halal daripada yang Kau haramkan, dengan ketaatan pada-Mu daripada maksiat atas-Mu, dan dengan karunia-Mu daripada selain-Mu ya Hayyu ya Qayyum, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, bukakan pintu taubat bagiku wahai Yang Maha Mulia, ampuni aku wahai yang Maha Bijaksana, terimalah amalku dan dengarlah doaku.
Jangan palingkan wajah-Mu dariku sesungguhnya aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu, Aku fakir di hadapan-Mu, aku memohon pada-Mu di pintu-Mu, dan berdiri di halaman-Mu. Aku berharap pada-Mu dan mendambakan apa yang ada di sisi-Mu, aku memohon pada-Mu agar Kau bukakan khazanah-khazanah-Mu.
Maha Suci Engkau, Engkaulah Allah Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana, Yang Maha Dermawan dan Maha Penyantun, limpahkan padaku karunia-Mu, muliakan aku dengan rahmat-Mu, yâ Sayyidî Junjunganku bukakan pintu taubat bagiku taubat nashuha (yang sebenarnya), sungguh aku memohon ampun pada-Mu dan bertaubat pada-Mu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepada junjungan kami dan Nabi kami Muhammad dan keluarganya yang suci, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Doa untuk Memperoleh keberkahan Rizki
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
أَللَّهُمَّ إِنَّ ذُنُوْبِي لَمْ يَبْقَ إِلاَّ رَجَآءُ عَفْوِكَ، وَقَدْ قَدَّمْتُ أَلَةَ الْحِرْمَانِ بَيْنَ يَدَيَّ فَأَسْأَلُكَ مَالاَأَسْتَحِقُّهُ وَأَدْعُوْكَ مَالاَأَسْتَوْجِبُهُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ مَالاَأَسْتَأْهِلُهُ، وَلَمْ يَخْفَ عَلَيْكَ حَالِي وَإِنْ خَفِيَ عَلَى النَّاسِ كُنْهُ مَعْرِفَةِ أَمْرِيْ. أَللَّهُمَّ إِنْ كاَنَ رِزْقِي فِي السَّمَآءِ فَأَهْبِطْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَظْهِرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَثِّرْهُ وَبَارِكْ لِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللهم صل على محمد وآل محمد
أَللَّهُمَّ إِنَّ ذُنُوْبِي لَمْ يَبْقَ إِلاَّ رَجَآءُ عَفْوِكَ، وَقَدْ قَدَّمْتُ أَلَةَ الْحِرْمَانِ بَيْنَ يَدَيَّ فَأَسْأَلُكَ مَالاَأَسْتَحِقُّهُ وَأَدْعُوْكَ مَالاَأَسْتَوْجِبُهُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ مَالاَأَسْتَأْهِلُهُ، وَلَمْ يَخْفَ عَلَيْكَ حَالِي وَإِنْ خَفِيَ عَلَى النَّاسِ كُنْهُ مَعْرِفَةِ أَمْرِيْ. أَللَّهُمَّ إِنْ كاَنَ رِزْقِي فِي السَّمَآءِ فَأَهْبِطْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَظْهِرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَثِّرْهُ وَبَارِكْ لِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.
Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi, brahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.
(Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.
Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi, brahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.
(Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).
Langganan:
Postingan (Atom)